Tag Archives: sosial media

Memasukkan data lengkap di sosmed, berbahayakah ?

Saat ingin membuat akun media sosial, kita diharuskan mengisi data pribadi dari nama lengkap, alamat, tanggal lahir dan sebagainya. Apakah benar-benar aman jika kita isi secara lengkap? Apa saja yang harus dibatasi saat mengisi data tersebut? (yeni)

Menemukan data pribadi di internet bukan lagi menjadi suatu hal yang sulit saat ini. Banyak pengguna internet yang abai dengan privasi, dengan mengumbar data pribadi sembarangan tanpa memilah-milah dulu mana data yang boleh dilihat publik dan mana yang tidak boleh.

Untuk diketahui, data pengguna di internet saat ini sudah dijadikan lahan bisnis. Bahkan ada perusahaan yang khusus melakukan penjualan data pengguna internet. Data-data kita dijual ke jaringan iklan pihak ketiga.

Saat membuat akun sosial media, sebaiknya jangan mengisi data pribadi terlalu lengkap karena data-data tersebut bisa disalahgunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Ibarat KTP (Kartu Tanda Penduduk), apakah Anda rela jika KTP Anda dipinjam lalu disebar dan dimanfaatkan oleh orang lain?

Memang, semakin lengkap data diri yang kita pasang di media sosial tentu akan semakin mudah kita mendapatkan teman. Tapi, semakin besar pula risiko data kita disalahgunakan.

Salah satu contoh kasus penyalahgunaan data pribadi di internet pernah dialami oleh seorang mahasiswi perguruan tinggi di Jakarta. Dia memajang data terlalu lengkap, termasuk foto-foto saat dia menggunakan pakaian seksi di pantai.

Singkat cerita, ada orang yang membuatkan blog palsu. Dalam blog itu dipajang data-data sang mahasiswi dengan beberapa foto seksi yang diambil dari Facebook mahasiswi tersebut. Ada satu data yang tidak ada di Facebook tapi ditambahkan di dalam blog itu, yaitu tarif. Alhasil, mahasiswi tersebut dihubungi oleh banyak pria lantaran dikira sebagai mahasiswi ‘nakal’ yang bisa ‘di-booking’.

Belajar dari kasus tersebut, data-data seperti alamat rumah, nomor telepon pribadi, foto-foto seksi dan data sensitif lainnya sebaiknya tidak kita umbar sembarangan di internet karena kita tidak pernah tahu apakah ada orang lain yang berniat jahat dan ingin menjatuhkan kita. Kesannya sepele, tapi dampaknya merugikan.

Saat ini juga banyak kasus penculikan anak, di mana sang penculik mencari data-data korban incarannya lewat media sosial. Khusus untuk orangtua, sebaiknya tidak memposting data di mana anaknya bersekolah. Ingatkan anak agar tidak memajang data diri terlalu lengkap di media sosial.

Anak-anak dan remaja seringkali berpikir bahwa memposting informasi pribadi di media sosial tidak berbahaya. Mereka menganggap bahwa satu-satunya orang yang dapat mengakses status dan informasi yang mereka posting hanyalah teman-teman mereka. Media sosial adalah tempat publik, bukan buku diary. Apa yang kita posting akan dilihat banyak orang. Think before posting…