Console router di Linux

Untuk mengetahui port dimana usb aten terpasang, gunakan command berikut di linux terminal

dmesg | grep tty

Untuk mengatur konfigurasi aten di minicom

minicom -s

Untuk mengakses router via console di linux terminal

minicom

Advertisements
Console router di Linux

Memasukkan data lengkap di sosmed, berbahayakah ?

Saat ingin membuat akun media sosial, kita diharuskan mengisi data pribadi dari nama lengkap, alamat, tanggal lahir dan sebagainya. Apakah benar-benar aman jika kita isi secara lengkap? Apa saja yang harus dibatasi saat mengisi data tersebut? (yeni)

Menemukan data pribadi di internet bukan lagi menjadi suatu hal yang sulit saat ini. Banyak pengguna internet yang abai dengan privasi, dengan mengumbar data pribadi sembarangan tanpa memilah-milah dulu mana data yang boleh dilihat publik dan mana yang tidak boleh.

Untuk diketahui, data pengguna di internet saat ini sudah dijadikan lahan bisnis. Bahkan ada perusahaan yang khusus melakukan penjualan data pengguna internet. Data-data kita dijual ke jaringan iklan pihak ketiga.

Saat membuat akun sosial media, sebaiknya jangan mengisi data pribadi terlalu lengkap karena data-data tersebut bisa disalahgunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Ibarat KTP (Kartu Tanda Penduduk), apakah Anda rela jika KTP Anda dipinjam lalu disebar dan dimanfaatkan oleh orang lain?

Memang, semakin lengkap data diri yang kita pasang di media sosial tentu akan semakin mudah kita mendapatkan teman. Tapi, semakin besar pula risiko data kita disalahgunakan.

Salah satu contoh kasus penyalahgunaan data pribadi di internet pernah dialami oleh seorang mahasiswi perguruan tinggi di Jakarta. Dia memajang data terlalu lengkap, termasuk foto-foto saat dia menggunakan pakaian seksi di pantai.

Singkat cerita, ada orang yang membuatkan blog palsu. Dalam blog itu dipajang data-data sang mahasiswi dengan beberapa foto seksi yang diambil dari Facebook mahasiswi tersebut. Ada satu data yang tidak ada di Facebook tapi ditambahkan di dalam blog itu, yaitu tarif. Alhasil, mahasiswi tersebut dihubungi oleh banyak pria lantaran dikira sebagai mahasiswi ‘nakal’ yang bisa ‘di-booking’.

Belajar dari kasus tersebut, data-data seperti alamat rumah, nomor telepon pribadi, foto-foto seksi dan data sensitif lainnya sebaiknya tidak kita umbar sembarangan di internet karena kita tidak pernah tahu apakah ada orang lain yang berniat jahat dan ingin menjatuhkan kita. Kesannya sepele, tapi dampaknya merugikan.

Saat ini juga banyak kasus penculikan anak, di mana sang penculik mencari data-data korban incarannya lewat media sosial. Khusus untuk orangtua, sebaiknya tidak memposting data di mana anaknya bersekolah. Ingatkan anak agar tidak memajang data diri terlalu lengkap di media sosial.

Anak-anak dan remaja seringkali berpikir bahwa memposting informasi pribadi di media sosial tidak berbahaya. Mereka menganggap bahwa satu-satunya orang yang dapat mengakses status dan informasi yang mereka posting hanyalah teman-teman mereka. Media sosial adalah tempat publik, bukan buku diary. Apa yang kita posting akan dilihat banyak orang. Think before posting…

Memasukkan data lengkap di sosmed, berbahayakah ?

Kejadian yang dialami IT Support

Dari pengalaman pribadi dan curhatan rekan sejawat

Ada beberapa kejadian unik yang rata-rata dialami seorang IT Support, diantaranya :

  1. Diminta ngelacak nomor ponsel seseorang (emangnya saya tukang operator pak.. hehe)
  2. Punya segala macam piranti lunak ples aktivatornya (kalau ga ada.. IT abal-abal nih..hohoho)
  3. Diminta meretas “terutama akun sosial media”..wow..meretas itu ga segampang yang elu liat di film-film bro..
  4. Tukang reparasi all in one.. sampai fotokopi aja minta orang IT yang benerin…hmmm

Sementara itu dulu, kalau ada yang lain..monggo comment..  😀

Kejadian yang dialami IT Support

Cara Menghilangkan Virus Batch File

Kemarin, saya mendapati 2 PC yang agak aneh yaitu ketika startup ada semacam script yang jalan sendiri. Usut punya usut ternyata itu kemungkinan script virus yang mengcopykan dirinya ke tiap folder.

Scriptnya sebagai berikut :

set h=For

%h% /R “D:\” /D %%a in (*) do copy %0 “%%~fa\%%~nxa.bat”

 

Solusi simple untuk menghapus virus ini :

Buat batch file baru dengan menggunakan editor text kesayangan anda (Notepad, Wordpad, Vi, dll ) kemudian ketik :

set h=For

%h% /R “D:\” /D %%a in (*) do del %0 “%%~fa\%%~nxa.bat”

Intinya… perintah copy pada script sebelumnya kita ganti dengan del (perintah untuk menghapus file)..

Semoga berhasil..

 

Cara Menghilangkan Virus Batch File

(Konsultasi) Apakah Amalan Puasa Hangus Gara-gara Update Status?

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Halo Ustadz, aku Risky. Aku seorang pemuda yang kerjaan sehari-harinya mainan Facebook, Twitter, dan BBM, serta sesekali update di Path untuk check-in sana-sini. Berbagai godaan Saya sering temui di sosial media.

Sebagai pengguna aktif sosial media, di bulan puasa ini Saya punya pertanyaan nih. Gimana hukumnya update status tentang amalan-amalan yang dilakukan di bulan puasa ya? Soalnya saya sering lihat orang update status “Ah terbangun jam 2 malam, saatnya wudhu dan curhat sama Allah”, “Alhamdulillah akhirnya buka juga, semoga puasa hari ini mendapat barokah”, dan lainnya.

update sosmed-1

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Wa’alaikumsalam Wr. Wb.

Pertanyaan yang bagus sekali, saudara Risky. Di tengah tren sosial media yang tidak ada hentinya, selain memudahkan berekspresi dan terkoneksi, sosial media juga memudahkan orang untuk pamer.

Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. (Al-Baqarah ayat 271)

Jawaban dari pertanyaan Risky ini sebenarnya bergantung pada niat si pembuat status di sosial medianya itu sendiri. Ayat tadi menjelaskan bahwa menyembunyikan ibadah (shadaqah) adalah lebih utama dibanding menampakannya, karena dengan tidak memamerkannya kita jadi terjauh dari sifat riya’. Kecuali jika dengan kamu update status itu bisa mengundang orang untuk mengikutinya, maka ini akan jadi nilai tambah amalan kamu.

hukum-update-status-sosial-media-puasa

Tapi ingat, beberapa status sosial media sangat erat kaitannya dengan riya’. Dan hukum riya’ adalah dosa. Status yang dimaksud adalah seperti:

OTW Blok M Square untuk ikut tabligh akbar sambil nunggu berbuka
Alhamdulillah selesai sudah tadarus baca surah Al-Kahfi-nya
Alhamdulillah I’tikaf hari ke-5, tetap istiqomah!
Suara Ane tadi pas jadi imam shalat kedengaran gak ya ama ma’mum akhwat di belakang?

Tidak sedikit orang yang menulis status seperti itu untuk meningkatkan status sosialnya. Jika kamu melakukan hal seperti itu, maka kamu melakukan tindakan riya’ yang disebut sum’ah, yakni melakukan suatu amalan agar orang lain mendengar apa yang kita lakukan, sehinga mendapatkan pujian dan ketenaran. Dan riya’ itu adalah amalan yang akan menghanguskan semua amalan milikmu.

hukum-update-status-sosial-media-puasa-2

Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan. (Al-Furqan: 23)

update sosmed-2

Ingat, ibadah itu privasi, tidak perlu publikasi. Masih banyak pilihan status sosial media yang bisa kamu gunakan, kan?

(Konsultasi) Apakah Amalan Puasa Hangus Gara-gara Update Status?

(Konsultasi) Tetap Lanjut Makan Setelah Imsak, Bolehkah?

Pertanyaan

imsak

Saya masih bingung tentang pembatasan antara waktu Imsak dan waktu Subuh. Karena ada yang bilang tidak boleh makan lagi setelah Imsak, namun ketika saya telat bangun, orang tua saya menyuruh untuk menyantap sahur padahal waktu itu sudah masuk Imsak. Mohon jawabannya

Jawaban

Jadi teringat waktu Ustadz masih kecil dulu oleh Ayahanda tercinta agar berhenti makan dan minum ketika tanda Imsak telah tiba. Namun pada pemahaman sebenarnya, waktu Imsak hanyalah sebagai pembatas bagi seseorang untuk menghentikan aktivitas makan-minumnya dan bergegas untuk melaksanakan sholat Shubuh.

APA ITU IMSAK?

Imsak, yang berarti Menahan Diri dan merupakan salah satu Rukun Puasa. Lalu, kapan batas waktu untuk ber-imsak? Di Indonesia sendiri batas waktu Imsak adalah 10 Menit sebelum waktu Shubuh.

LALU, BOLEHKAH MAKAN SETELAH WAKTU IMSAK?

“Makan dan minumlah hingga Ibnu Ummi Maktum mengumandangkan Adzan, karena dia tidak akan mengumandangkannya jika fajar belum terbit.” (HR. Bukhari Muslim, an-Nasa’i, Ahmad, Ibnu Hibban dan Ibnu Khuzaimah). Dengan melihat hadist berikut maka bisa dipastikan bahwa (melanjutkan) makan dan minum setelah waktu Imsak ialah diperbolehkan, jadi jangan khawatir jika kamu telat bangun ketika waktu makan sahur.

(Konsultasi) Tetap Lanjut Makan Setelah Imsak, Bolehkah?

(Konsultasi) Meninggalkan Tarawih Karena Sibuk Kerja?

tidak salat tarawih

Jadi Angga bertanya:

Saya adalah seorang karyawan yang sangat dituntut untuk kerja di malam hari (shift malam), Setelah berbuka puasa saya sudah berangkat kerja dan baru kembali hingga waktu sahur, sehingga tidak dapat mengikuti solat taraweh berjamaah di masjid.

Apa hukumnya jika kita tidak dapat melaksanakan solat taraweh karena pekerjaan?

Jawabannya:

Halo Angga,

Seperti kita ketahui, Hukum melaksanakan Shalat Tarawih itu sendiri Tidak Wajib, melainkan Sunnah Mu’akkadah (Anjuran yang sangat ditekankan). Maka dari itu, Tidaklah berdosa orang yang tidak melaksanakan Shalat Tarawih karena pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan, dan bekerja juga termasuk Ibadah, tentu saja pekerjaan itu haruslah pekerjaan yang halal.

Jika tugas itu berkaitan dengan nasib orang banyak (seperti tugas penjaga keamanan/satpam, misalnya), justru orang itu harus mendahulukan tugasnya daripada mengikuti salat tarawih berjamaah. Jika terjadi gangguan keamanan pada saat ia sedang melaksanakan salat tarawih berjamaah, dia dianggap berdosa karena telah melalaikan tugasnya.

Ini kurang lebih mirip dengan tugas penjaga keamanan di Masjidil Haram. Kita lihat, pada saat seluruh jamaah melaksanakan salat berjamaah, beberapa petugas keamanan justru sibuk berjaga-jaga. Padahal, salat berjamaah, apalagi di Masjidil Haram, pahalanya besar sekali. Tetapi petugas keamanan justru harus memilih untuk tidak salat berjamaah pada saat itu dan lebih mendahulukan tugasnya menjaga keamanan.

(Konsultasi) Meninggalkan Tarawih Karena Sibuk Kerja?