Panduan Membeli Laptop Second

Kadangkala kita ingin membeli laptop baru, tapi terkendala dana yang kurang sehingga pilihan kita akhirnya jatuh ke pembelian laptop second. Sah-sah saja sebenarnya, tapi ada beberapa hal yang perlu kita ketahui dan kita teliti bilamana akan membeli laptop second.

Apa saja itu ?

  1. Fisik laptop, apakah ada baret ? apakah ada cacat ?
  2. Cek monitor, apakah ada dead pixel ? ada masalah lain kah (bergaris, kuning di setiap ujung) ?
  3. Cek kipas/fan? normalkah? sirkulasinya bagaimana ?
  4. Cek baterai, tanyakan kuat berapa lama tanpa dicharge?
  5. Cek HDD, untuk yang ini bisa dilihat juga di indicator, atau bisa juga melalui aplikasi HDD sentinel. lihat HDD performancenya.
  6. Cek keyboard, ada problemkah?
  7. Cek touchpad, ada problemkah?

Untuk sementara itu dulu, biar lebih enak jangan lupa ditanyakan garansi personal (barang second juga kadangkala masih ada garansi personal dari yang jual).. 🙂

 

Advertisements
Panduan Membeli Laptop Second

Reset Software Epson L120

Printer Epson seri L banyak sekali bermunculan setelah versi pertamanya yaitu seri Epson L100. Printer seri ini memang sangat digemari dengan fitur system infus yang telah disediakan pabrik. Sekarang sudah banyak printer Epson Seri L di antaranya yang masih ready stock di toko-toko komputer seperti L120, L220, L310, L311, L361, L363, L561, L563, L810, L811.
Namun kesemua itu mempunyai batas pencetakan, sehingga ketika printer sudah mencapai bahkan melebihi batas pencetakan tersebut, maka lampu hijau dan merah pada printer akan berkedip yang dinamakan “blinking” dan pada tampilan layar komputer Anda akan muncul kotak dialog “Service Required”. Hal ini terjadi karena Waste Ink Full, oleh karena itu harus dilakukan reset software.

Continue reading “Reset Software Epson L120”

Reset Software Epson L120

Backup Chat Whatsapp

Anda pengguna setia Whatsapp ?

Perlu diketahui anda dapat mencadangkan data WhatsApp Anda dengan menggunakan Google Drive dan/atau cadangan lokal. Cadangan lokal akan dibuat secara otomatis setiap pukul 02.00 dini hari dan akan disimpan sebagai sebuah file di telepon Anda.

Continue reading “Backup Chat Whatsapp”

Backup Chat Whatsapp

Memasukkan data lengkap di sosmed, berbahayakah ?

Saat ingin membuat akun media sosial, kita diharuskan mengisi data pribadi dari nama lengkap, alamat, tanggal lahir dan sebagainya. Apakah benar-benar aman jika kita isi secara lengkap? Apa saja yang harus dibatasi saat mengisi data tersebut? (yeni)

Menemukan data pribadi di internet bukan lagi menjadi suatu hal yang sulit saat ini. Banyak pengguna internet yang abai dengan privasi, dengan mengumbar data pribadi sembarangan tanpa memilah-milah dulu mana data yang boleh dilihat publik dan mana yang tidak boleh.

Untuk diketahui, data pengguna di internet saat ini sudah dijadikan lahan bisnis. Bahkan ada perusahaan yang khusus melakukan penjualan data pengguna internet. Data-data kita dijual ke jaringan iklan pihak ketiga.

Saat membuat akun sosial media, sebaiknya jangan mengisi data pribadi terlalu lengkap karena data-data tersebut bisa disalahgunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Ibarat KTP (Kartu Tanda Penduduk), apakah Anda rela jika KTP Anda dipinjam lalu disebar dan dimanfaatkan oleh orang lain?

Memang, semakin lengkap data diri yang kita pasang di media sosial tentu akan semakin mudah kita mendapatkan teman. Tapi, semakin besar pula risiko data kita disalahgunakan.

Salah satu contoh kasus penyalahgunaan data pribadi di internet pernah dialami oleh seorang mahasiswi perguruan tinggi di Jakarta. Dia memajang data terlalu lengkap, termasuk foto-foto saat dia menggunakan pakaian seksi di pantai.

Singkat cerita, ada orang yang membuatkan blog palsu. Dalam blog itu dipajang data-data sang mahasiswi dengan beberapa foto seksi yang diambil dari Facebook mahasiswi tersebut. Ada satu data yang tidak ada di Facebook tapi ditambahkan di dalam blog itu, yaitu tarif. Alhasil, mahasiswi tersebut dihubungi oleh banyak pria lantaran dikira sebagai mahasiswi ‘nakal’ yang bisa ‘di-booking’.

Belajar dari kasus tersebut, data-data seperti alamat rumah, nomor telepon pribadi, foto-foto seksi dan data sensitif lainnya sebaiknya tidak kita umbar sembarangan di internet karena kita tidak pernah tahu apakah ada orang lain yang berniat jahat dan ingin menjatuhkan kita. Kesannya sepele, tapi dampaknya merugikan.

Saat ini juga banyak kasus penculikan anak, di mana sang penculik mencari data-data korban incarannya lewat media sosial. Khusus untuk orangtua, sebaiknya tidak memposting data di mana anaknya bersekolah. Ingatkan anak agar tidak memajang data diri terlalu lengkap di media sosial.

Anak-anak dan remaja seringkali berpikir bahwa memposting informasi pribadi di media sosial tidak berbahaya. Mereka menganggap bahwa satu-satunya orang yang dapat mengakses status dan informasi yang mereka posting hanyalah teman-teman mereka. Media sosial adalah tempat publik, bukan buku diary. Apa yang kita posting akan dilihat banyak orang. Think before posting…

Memasukkan data lengkap di sosmed, berbahayakah ?

Kejadian yang dialami IT Support

Dari pengalaman pribadi dan curhatan rekan sejawat

Ada beberapa kejadian unik yang rata-rata dialami seorang IT Support, diantaranya :

  1. Diminta ngelacak nomor ponsel seseorang (emangnya saya tukang operator pak.. hehe)
  2. Punya segala macam piranti lunak ples aktivatornya (kalau ga ada.. IT abal-abal nih..hohoho)
  3. Diminta meretas “terutama akun sosial media”..wow..meretas itu ga segampang yang elu liat di film-film bro..
  4. Tukang reparasi all in one.. sampai fotokopi aja minta orang IT yang benerin…hmmm

Sementara itu dulu, kalau ada yang lain..monggo comment..  😀

Kejadian yang dialami IT Support