(Konsultasi) Apakah Amalan Puasa Hangus Gara-gara Update Status?

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Halo Ustadz, aku Risky. Aku seorang pemuda yang kerjaan sehari-harinya mainan Facebook, Twitter, dan BBM, serta sesekali update di Path untuk check-in sana-sini. Berbagai godaan Saya sering temui di sosial media.

Sebagai pengguna aktif sosial media, di bulan puasa ini Saya punya pertanyaan nih. Gimana hukumnya update status tentang amalan-amalan yang dilakukan di bulan puasa ya? Soalnya saya sering lihat orang update status “Ah terbangun jam 2 malam, saatnya wudhu dan curhat sama Allah”, “Alhamdulillah akhirnya buka juga, semoga puasa hari ini mendapat barokah”, dan lainnya.

update sosmed-1

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Wa’alaikumsalam Wr. Wb.

Pertanyaan yang bagus sekali, saudara Risky. Di tengah tren sosial media yang tidak ada hentinya, selain memudahkan berekspresi dan terkoneksi, sosial media juga memudahkan orang untuk pamer.

Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. (Al-Baqarah ayat 271)

Jawaban dari pertanyaan Risky ini sebenarnya bergantung pada niat si pembuat status di sosial medianya itu sendiri. Ayat tadi menjelaskan bahwa menyembunyikan ibadah (shadaqah) adalah lebih utama dibanding menampakannya, karena dengan tidak memamerkannya kita jadi terjauh dari sifat riya’. Kecuali jika dengan kamu update status itu bisa mengundang orang untuk mengikutinya, maka ini akan jadi nilai tambah amalan kamu.

hukum-update-status-sosial-media-puasa

Tapi ingat, beberapa status sosial media sangat erat kaitannya dengan riya’. Dan hukum riya’ adalah dosa. Status yang dimaksud adalah seperti:

OTW Blok M Square untuk ikut tabligh akbar sambil nunggu berbuka
Alhamdulillah selesai sudah tadarus baca surah Al-Kahfi-nya
Alhamdulillah I’tikaf hari ke-5, tetap istiqomah!
Suara Ane tadi pas jadi imam shalat kedengaran gak ya ama ma’mum akhwat di belakang?

Tidak sedikit orang yang menulis status seperti itu untuk meningkatkan status sosialnya. Jika kamu melakukan hal seperti itu, maka kamu melakukan tindakan riya’ yang disebut sum’ah, yakni melakukan suatu amalan agar orang lain mendengar apa yang kita lakukan, sehinga mendapatkan pujian dan ketenaran. Dan riya’ itu adalah amalan yang akan menghanguskan semua amalan milikmu.

hukum-update-status-sosial-media-puasa-2

Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan. (Al-Furqan: 23)

update sosmed-2

Ingat, ibadah itu privasi, tidak perlu publikasi. Masih banyak pilihan status sosial media yang bisa kamu gunakan, kan?

Advertisements
(Konsultasi) Apakah Amalan Puasa Hangus Gara-gara Update Status?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s