VDI – Virtual Desktop Infrastructure

Virtual desktop infrastructure (VDI) atau  desktop virtualization (CMIIW) adalah teknologi/infrastruktur untuk virtualisasi desktop yang pada intinya adalah membuat sebuah server dapat menjalankan aplikasi dan juga OS di dalam virtual machine yang nantinya si VM ini dapat diakses oleh user/pemakai. Keuntungan dari implementasi VDI ini lumayan banyak sebetulnya. Kita tidak perlu lagi meng-install aplikasi2 yang sering dipakai di tiap komputer. cukup di-install di server utama lalu kita dapat mengakses aplikasi itu lewat VM di PC kita. Fungsinya seperti imaging. Selain itu, kita juga bisa dengan mudah gonta ganti OS dari Windows ke linux ke OSX etc.. Pertanyaan utamanya mengapa teknologi seciamik ini belum banyak dipakai oleh perusahaan-perusahaan dengan pegawai melimpah? Ini alasannya..

1. VDI memang dapat memberikan keleluasaan dan mengurangi effort dan maintenance untuk instalasi terutama aplikasi. Karena cukup dengan sekali install, aplikasi tersebut dapat diakses semua user.

Tapi ingat, teknologi VDI membutuhkan personalisasi. Mengapa?

–>Karena setiap user membutuhkan aplikasi yang berbeda-beda. Tidak semua user memiliki set aplikasi yang sama.

Teknologi VDI juga akan mengakibatkan diperlukannya  server yang sangat kuat baik dari segi storage, power, bandwidth, etc karena personalisasi dan instalasi aplikasi dilakukan semuanya di server dan akan diakses ratusan user. Tinggal hitung2 aja..lebih mahal beli beberapa server atau banyak  PC..mirip2 lah..

2. VDI memberikan keleluasaan dalam instalasi aplikasi. one-to-many. Tapi perusahaan2 besar seperti Microsoft sudah pintar. Mereka tidak akan mau rugi karena teknologi seperti ini. Jika dulu mereka menghitung jumlah license yang di-install ke PC perusahaan, mereka menyiasati teknologi VDI dengan menghitung jumlah user yang menggunakan/menembak server untuk menggunakan aplikasi semacam Office. Jadi sebenarnya selain untuk aplikasi open source, teklnologi VDI kurang memberi benefit untuk perusahaan. (sampai poin ke-2)

3. Teknologi VDI ini basisnya one-to-many. Virtualisasi namanya juga. Jadi kalau satu aplikasi di server corrupt, maka akan ada ratusan user yang juga tidak memakai aplikasi bersangkutan. Tentunya teknologi VDI ini menjadi tidak cocok untuk perusahaan yang tidak memiliki IT Support yang tangguh dan siap siaga selalu.

4. Upgrade drivers, patches dan lain-lain akan menjadi lebih mudah karena cukup dilakukan di server saja. Untuk ini tidak ada kekurangannya. Memang salah satu nilai tambah teknologi VDI yang tak bisa dibantah adalah poin ini.

Emm..apalagi yah? kira-kira itu sih…Jadi sebetulnya kelebihan VDI ini ada di maintenance & support yang lebih fleksibel dan terarah soalnya semuanya di satu tempat. Kalau dari segi cost sebenernya sih perusahaan2 besar pemilik aplikasi berbayar sudah memiliki siasat supaya kita tetap membayar mau pakai virtualisasi atau tidak. Selain itu, yang perlu diingat, apakah perusahaan anda siap untuk me-maintain server untuk VDI? Atau anda belum pede untuk itu dan lebih pede untuk mengurus maintenance selevel PC?

Terserah anda..=)

dirangkum dari beberapa sumber

Advertisements
VDI – Virtual Desktop Infrastructure

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s